Pages

Minggu, 23 Oktober 2016

Sejarah Si dan Ti


SEJARAH PERKEMBANGAN SI & TI


·          Perkembangan SI
Pertukaran informasi sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Sekitar 3000 tahun SM atau jika dihitung sudah 5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara manusia bertukar informasi pada zaman dulu? Jawabannya yakni dengan cara menuliskannya pada batu, kayu papyrus atau tanah liat. Awal sejarah perkembangan system informasi dimulai dari sini. Tanpa ada langkah yang dilakukan oleh manusia pada zaman dahulu ini, tidak aka nada perangkan teknologi canggih seperti saat ini. Tentu saja perkembangan system informasi ini tidak dapat berubah secara instan, berikut terdapat 4 (empat) tahapan yang dilalui dalam perkembangan komunikasi dan informasi dibawah ini :
     Periode Pertama: Pra Mekanik
            Pada periode pertama, komunikasi menggunakan simbol untuk menyampaikan informasi. Pada tahun 3000-2000 sebelum masehi, manusia menggunakan gambar juga untuk menyampaikan pesan. Contohnya adalah bangsa Fenisia yang mendiami Timur Tengah (saat ini Lebanon) menciptakan model yang sama. Bangsa Yunani Kuno mengadaptasi simbol milik bangsa Fenisia dengan menambahkan huruf vokal yang membuatnya mudah digunakan. Bangsa Romawi Kuno kemudian memakainya juga, yang mana saat ini menjadi alfabet yang kita kenal dan gunakan saat ini. Pembuatan buku dari papirus yang dilekatkan dimulai pada tahun 600 sebelum masehi. Pada awalnya hanya pemuka agama dan pemimpin yang memiliki koleksi buku. Setelah itu ada bangsa Mesir Kuno yang menciptakan sistem angka, sehingga juga mengarahkan pada penemuan alat bantu hitung yang disebut abakus.
     Periode Kedua: Mekanik
Periode kedua ini termasuk dalam masa abad pertengahan. Dimana orang sudah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekam informasi. Salah satu penemuan terpenting dalam masa ini adalah mesin cetak Gutenburg dari Jerman. Penyampaian informasi menjadi lebih mudah dikarenakan mesin cetak dapat memproduksi tulisan yang sama dalam jumlah besar. Pada tahun 1600, komputer atau mesin hitung pertama kali diciptakan oleh Blaise Pascal. Komputer ini disebut sebagai Pascaline dan dianggap sebagai titik awal mesin menggantikan otak manusia dalam menghitung data.
     Periode Ketiga: Elektromekanik
Pada masa ini, penggunaan listrik untuk memberikan energi untuk menjalankan penemuan mesin sesudah Pascaline terus ditemukan. Pada periode ini pula diciptakan telepon dan kode Morse untuk digunakan dalam komunikasi jarak jauh secara langsung. Kemudian diperkenalkan komputer pertama yang digunakan untuk menyimpan program dan data pada awal 1948. Komputer tersebut adalah Dubbed Manchester Mark 1. Komputer ini adalah awal penemuan teknologi selanjutnya yang sekarang menjadi komputer, laptop, tablet dan smartphone
    Periode Keempat: Elektronik
Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sirkuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1960, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendirikan ARPANET (Advanced Research Project Agency NETwork) yang mana ini adalah cikal bakal dari Internet yang anda gunakan sekarang ini. Pada saat itu ARPANET hanya digunakan untuk pemerintah, penelitian dan universitas. Peneliti dari MIT yang bernama Licklider memperluas ARPANET ke jaringan komputer di seluruh dunia untuk interaksi sosial. Ini terjadi pada tahun 1962. Pada tahun 1968, Andrew Grove, Gordon Moore dan Robert Noyce telah menciptakan mikrochip pertama kalinya. Mereka lalu menjual rancangan tersebut kepada intel untuk diproduksi secara massal.
Setelah keempat era ini, perkembangan teknologi berlangsung secara cepat. Ditemukannya sistem operasi UNIX, komputer dari Apple, sistem operasi Windows, Linux, era dot com dan masih penemuan terbaru lainnya yang belum bisa kita sebutkan satu persatu.
·        Perkembangan TI
Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras hardware dan perangkan lunak software. Perkembangan teknologi hardware cenderung menuju ukuran yang kecil dengan kemampuan serta kapasitas yang tinggi. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti : e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory dan lain-lain, yang keseluruhan itu berbasis elektronika.
     Zaman Prasejarah
Pada zaman Prasejarah, system informasi dan teknologi informasi yang dilakukan manusia berfungsi sebagai system untuk pengetahui bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya oada dinding gua tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gue tempat tinggalnya. Awal komunikasi oada zaman ini hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan.
Pada zaman prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.

      Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400an M)
Pada zaman ini teknologi informasi masih belum menjadi teknologi masal seperti yang kalian kenal sekarang ini, teknologi informasi masih dugunakan oleh kalangan terbatas saja. Dan digunakan pada saat-saat khusus dengan biaya yang tidak sedikit.
     Masa 3000 SM
Untuk pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dangan symbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Symbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda (penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa.
Penggunaan huruf Hierogliph pada bangsa Mesir Kuno. Hierogliph merupakan bahasa symbol dimana setiap ungkapan diwakili oleh symbol uang berbeda. Ketika digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa heirogliph ini lebih maju debandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.
     Masa 500 SM
Serat papyrus digunakan sebagai kertas, kertas terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar Sungai Nil ini menjadi media menulis atau media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat uang sebelumnya digunakan sebagai media informasi.

     Masa 105 M
Bangsa Cina menemukan kertas, kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kalian kenal saat ini. Kertas ini dibuat dari serat bamboo yang dihaluskan, disaring, dicuci kemudian diratakan dan dikeringksn. Penemuan ini juga memungkinkan system oencetakan yang dilakukan dengan menggunakan balok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta.
      Masa Modern (1400an M s/d sekarang)
TAHUN 1455
            Mesin cetak yang menggunakan plat huruf terbuat dari besi yang dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Guntenberg.
TAHUN 1830
            Augusta Lady Byron menulis program computer yang pertama di dunia bekerja sama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Alat tersebut didesain mampu memasukkan data, mengola data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk computer yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum computer digital pertama ENIAC 1 dibentuk.
TAHUN 1837
            Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode Morse bersama Sir Wiliam Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara dua tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan penerimaan informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan digunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.
TAHUN 1861
            Gambar bergerak yang diproyeksikan ke dalam sebuah layar pertama kali digunakan sebagai cikal bakal film sekarang pada zaman dulu proyektor ini berkembang dengan sebutan layar tancap.
TAHUN 1876
            Pada masa ini ditandai dengan tokoh Melvyl Dewey yang mengembangkan system penulisan decimal.
TAHUN 1877
    Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang digunakan  pertama kali secara umum
       Fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edward Maybridge
TAHUN 1899
            Dipergunakan system penyimpanan dalam tape (pita) magnetis yang pertama tetapi pada masa ini penyimpanan masih bersifat analog belum digital seperti masa sekarang.

TAHUN 1923
            Pada masa ini ditandai dengan Zvorkyn menciptakan tabung tv yang pertama.
TAHUN 1940
            Dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa Perang Dunia 2 yang digunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.
TAHUN 1945
            Vannevar Bush mengembangkan system pengkodean menggunakan hypertext. Pada masa ini oenggunaan hypertext sudah berkembang seiring dengan perkembangan desain web site yang saat ini berkembang.
TAHUN 1946
            Pada masa kurun waktu ini teknologi computer digital pertama di dunia ENIAC 1 dikembangkan walaupun belum begitu banyak pemakai tetapi teknologi computer sudah digunakan instansi-instansi tertentu.
TAHUN 1948
            Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan transistor.
TAHUN 1957
      Jean Hoerni mengembangkan transistor planar. Teknologi ini memungkinkan Pengmbangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keeping kecil Kristal silicon.
   USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan Sputnik sebagai satelit bumi buatan pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Project Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi informaso dalam bidang militer.
TAHUN 1972
            Pada masa ini Ray Tomlinson menciptakan program E-mail pertama yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh menggunakan teks. E-mail dapat dikatakan sebagai surat elektronik.
TAHUN 1973-1990
            Istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protocol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA. Pada tahun 1981 National Science Fondation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantaranya: DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway.
TAHUN 1991-Sekarang
            System bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. Pada tahun 1992 pembentukan komunitas internet, kemudian diperkenalkan istilah World Wide Web (WWW) oleh CERN. Pada tahun 1993, NSF membentuk interNIC untuk menyediakan jasa oelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc), dan jaa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada tahun 1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah kedalam segi kehidupan manusia.
Tugas softskill = arbi pramana
sumber

Inovasi Si & Ti Modern



Inovasi SI & TI Modern


Pengertian
Apa itu SI & TI ?
SI atau Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Sedangkan TI atau tekonologi informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak komputer).
Sedangkan inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru, pembaharuan, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.

Jadi Inovasi SI dan TI adalah pembaharuan dalam hal teknologi informasi terutama dalam hal manajemen sistem berbasis komputer

4 Ciri Inovasi
Inovasi mempunyai 4 ciri, berikut penjelasannya:

1.     Mempunyai ciri khas artinya sebuah inovasi mempunyai ciri yang khas dalam setiap aspeknya, entah itu program, ide atau gagasan, tatanan, sistem dan kemungkinan hasil yang baik sesuai yg diharapkan.

2.     Mempunyai ciri atau unsur kebaruan, artinya adalah suatu inovasi harus mempunyai sebuah karakteristik sebagai suatu karya dan buah pemikiran yang mempunyai ke originalan & kebaruan.

3.     Program inovasi dilakukan lewat program yang terencana, artinya bahwa sebuah inovasi dilakukan lewat bentuk proses yang tidak tergesa-gesa, tapi dipersiapkan dengan matang, jelas dan direncanakan terlebih dahulu.

4.     Sebuah Inovasi yang diluncurkan mempunyai tujuan, suatu program inovasi yang dilakukan harus mempunyai arah kemana tujuannya dan target yang ingin dicapai.

Tugas softskill = Arbi Pramana 

Sumber

Senin, 02 Mei 2016



   Sejarah Dan Perkembangan Ilmu  Komunikasi




 

 Pengertian ilmu komunikasi.
     Dalam pekembanganya, ilmu komunikasi atau communication science, dalam bahasa inggris atau kadang-kadanga dinamakan commicology, sering di defenisiakan sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosial sebagai akibat proses komunikasi massa, kelompok dan personal. Ilmu komunikasi pada dasarnya mempunyai karakteristik yang sama dengan ilmu lainya secara umum. Hanya saja objek pirhatiannya difokuskan pada peristiwa-peristiwa komunikasi antarmanusia. Salah satu defenisi yang cukup jelas mengenai ilmu komuikasi di berikan oleh Berger dan Chaffe dalam buku mereka handbookof communication science terbit tahun 1987. Menurut mereka, ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan tehadap suatau produksi, proses, dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui teori yang dapat di uji dan digeralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang terkait denagn produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang tersebut(dalam sendjaja, 2005:9).
     Pengertian ilmu komunikasi tersebut memberikan tiga pokok pikiran. Pertama, objek pengamatan yang menjadi fokus perhatian dalam ilmu komunikasi adalah produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang dalam konteks kehidupan manusia.
      Kedua, ilmu komunikasi bersifat “ilmiah empiris”(scientific)dalam arti pokok-pokok pikiran dalam ilmu komunikasi (dalam bentuk teori-teori) harus berlaku umum. Meskipun demikian, pokok pikiran ini bagi beberapa kalangan khususnya para ilmuan komunikasi objektifikasi atau ilmuan kritis tidak diterima. Ketiga, ilmuan komunikasi betujuan menjelaskan dan memahami fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.

    Defenisi yang di kemukakan oleh Berger dan Chaffe cukup memadai untuk menjelaskan berbagai konteks komunikasi. Bahkan termasuk menerangkan produksi, pemrosesan, efek atau sistem sibol didalam komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organosasi, komunikasi politik, komunikasi pememasaran, dan lain-lain.
     Namun demikian, upaya ilmu komunikasi untuk membangun disiplin ilmu yang mapan menemukan dua dimensi persoalan. Pertama, di tengah kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, ilmu komunikasi diidentifikasi sebagai wujud perkembangan perangkat yang bersifat material seperti kemajuan teknologi komunikasi, akibatnya ilmu komunikasi hannya ditangkap sebagai proses yang  bersifat teknik semata.
     Berkaitan dengan defenisi ilmu komunikasi, Stephan W. Littlejohn menjelaskan bahwa, dalam pengertian sebagai salah satu ilmu pengetahuan sosial, ilmu komunikasi adalah berkenaan dengan pemahaman tentang bagai mana orang berperilaku dalam menciptakan, mempertukarkan serta mengimperestasikan pesan-pesan (dalam Sendjaja, 2005:9). Sehingga dari sini dapat dijelaskan bahwa khazanah keilmuan komunikasi dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial, dimana ilmu sosial adalah induk dari ilmu komunikasi disamping itu, ilmu komunikasi juga di pengaruhi oleh ilmuan komunikasi dan stakeholder (sekelompok yang berkepentingan) baik yang ada dilingkungan akademik maupun yang ada di luar lingkungan akademik (user). Oleh karena itu ilmu komunikasi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bercirikan “multi perspektif” dan multi paradigma.


2.      Sejarah komunikasi manusia dan sejarah perkembangan ilmu komunikasi.

a.      Sejarah komunikasi manusia.
    Kemampuan komunikasi sebenernya tidak hanya di miliki manusia. Kita tahu, misalnya nyayi,dan kicauan yang kompleks dari hiu, lumba-lumba, monyet, burung dan insekta.

Itu semua sebagai bukti bahwa mereka menyapaikan informasi melintasi jarak yang jauh kepada anggota spesies mereka dengan efesien. Bahkan bukan disangsikan bentuk awal atau primordial komunikasi manusia diilhami oleh spesies lain. Oleh karena itu kemunculan manusia dan cara komunikasinya tidak dapat dipisahkan dari lingkungan fisiknya.
      Sejarah komunikasi manusia sebenarnya sama dengan sejarah peradaban manusia. Tidak jelas kapaan pertama kali kemunculan atau keberadaan manusia di dunia ini. Namun demikian, kisah pertama kali kemunculan manusia di dunia ini telah dimulai sejak tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Keberadaan merekan didunia tentu dimulai dari turunya mereka ke bumi. Hingga kini tidak ada dokumenasi yang menjelaskan bagai mana bentuk dan corak kounikasi yang terjadi pada saat itu atau beberapa generasi setelah Adam dan Hawa, baik dalam bentuk bahasa atau pun lambang-lambang dan tanda-tanda komunikasi lainya yang digunakan.
      Pastinya keberdaan komunikasi manusia sudah dimulai sejak manusia ada, namun demikian sejarah selalu dimulai dari adanya bukti-bukti yang nyata dan tertulisa. Meskipun begitu Everet Rogers (1986) menjebutkan bahwa sejarah komunikasi di perkirakan dimulai sejak sekitar 35.000 tahun sebelum masehi (SM), zaman itu di sebut sebagai zaman Cro-Magnon, di perkirakan bahasa sebagai alat berkomunikasi sudah dikenal. Pada zaman itu manusia sudah menggunakan bahasa dan simbol-simbol untuk berkomunikasi meskipun masih sederhan sifatnya. Tidak serumit seperti sekarang. Tiga belas ribu kemudian atau sekitar 22.000 SM, para ahli pra sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua yang diperkirakan merupakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut (dalam sendjaja, 2001:15). Umunyan manusia pada awal-awal keberadaanya lebih banyak menggunakan bahasa yang yang bersifat nonverbal dengan simbol-simbol yang dilengkapi bahasa lisan yang pengucapanya masiah sederhana tidak ada tulisan yang ditemukan, tapi masih lukisan-lukisan sederhana merujuk pada objek bersangkutan.


     Sejarah perkembangan komunikasi lebih jelas diperkirakan dapat ditelusuri sejak 4.000 tahun sebelum masehi. Sejak zaman itu hingga sekarang, sejarah perkembangan komunikasi dapat di bagi empat era perubahan, yaitu: Era komunikasi tulisan, Era komunikasi cetak, Era telekomunikasi dan Era komunikasi interaktif (dalam sendjaja, 2001:16).
     Era komunikasi tulisan diperkirakan dimulai ketika bangsa sumeria muli mengenal kemmpuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4.000 SM. Era komunikasi cetak dimulai  sejak penemuaan mesin cetak “hand-press” oleh guntenberg pada tahun 1459. Era telekomunikasi diawali dengan ditemukanyan telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1844. Era keempat, era komunikasi interaktif, mulai terjadi pada pertengahan abad ke-19. Pada saat itu, tepat tahun 1946, ditemukannya “mainfrem computer” ANIAC denagn cacum tubes  oleh para ahli dri Universitas pennsylvania Amerika Serikat.
    Sementara kita tidak tahu, atau tidak akan tahu, tepatnya kapan manusia menciptakan sistem-sistem seragam untuk berkomunikasi, maka perkembangan alat-alat atau teknologi komunikasi manual biasanya dipandnag sebagai pencapaian-pencapaina utama yang membedakan homo sapiens (makluk yang paling modren) dari pada hominid leluhurnya di atas 100.000 tahun yang lalu begitu banyak sehingga kita tidak tahu untuk apa ia ditemukan.

b.      Sejarah Perkembangan Ilmu komunikasi.
      Sebagi mana telah di jelaskan, bahwa komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Istillah komunikasi merupakan fenomena sosial, kemudian menjadi ilmu yang secara akademik derdisiplin mandiri. Dewasa ini, ilmu ini di angap penting sehiubungan denga dampak sosial yang menjadi kendala permasalahan umat manusia akibat perkembangan teknologi.  Di sisi lain, tuntuna perkembangan idustri akan informasi sangat berkembang cepat, sehingga menuntun akan adanya manusia-manusia yang memiliki wawasan dan kemampuan dalam bidang ini.


    Berkaitan dengan ini, Effendy (2000:20-14) membagi perkembangan ilmu komunikasi ketiga perkembangan yaitu:Retorika, publisistik wissenchaft, dan communication science.perkembangan ilmu komunikasi yang pertama dimulai dengan perkembangannya retorika. Retorika merupakan salah satu ilmu yang sudah berkembang sejak zaman yunani kuno, meskipun belum di nilai sebagi ilmu, retorika sudah mengkaji fenomena atau gejala komunikasi antarmanusia secara lisan dan tatap  muka baik bentuk dialog maupun didepan khalayak ramai. Retorika berkembang di pelopori oleh beberapa ahli ilmu dan filsafat yunani seperti Georgian (480-370), Protagoras (500-432), dan Socrates (469-399). Puncak perkembangan retorika se bagai ilmu di tandai dengan munculnya Demosthenes (384-322) dan Aristoteles. Hingga kini teori-teorinya masih di jadikan bahan kuliah di sebagian besar perguruan tinggi yang mempelajari ilmu komunikasi khususnya komunikasi public (public speaking).
     Perkembangan ilmu komunikasi berikutnya di kenal dengan istilah publisistik wissenchaft. Istilah ini muncul dari hasil telaah para ahli tehadap perkembangan dan pengaruh surat kabar sekitar abad 19. Ilmu ini berkembang di beberpa negara seperti di inggris “science of the press” di prancis “sciance de la press” di belanda “dagbladwtenschap” dan di jerman “zeitungswissenschaft” yang semua berati ilmu persuratkabaran”. Kemudian perkembangan ilmu bergeser dan berkembang luas setelah Johanes Gutenberg (1400-1468) seorang berkebangsaan jerman menemukan mesian cetak, yang mampu melipatgandakan tulisan tercetak. Baru  pada tahun 1609 surat kabar pertama dalam sejarah muncul di jerman dengan nama “Avisa Relation Order Zeitung” di susun oleh weekly News” di inggris tahun 1622. Berikut ini adlah uraian singkat mengenai kondisi dan perkembangan ilmu komunikasi untuk setiap priode:

1.      Priode tradisi retorika.
     Perkembangan ilmu komunikasi dapat di telusuri sejak peradaban yunani kuno beberapa ratus tahun sebelum Masehi sebutan “komunikasi” dalam konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng  belum dikenal saat itu. Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah “retorika”.


Pokok-pokok pikiran Aristoteles ini kemudian di kembangkan lagi oleh Cicero dan Quntilian, mereka menyusun aturan retorika yang meliputi lima unsur:
Ø  “inventio”(urutan argumentasi)
Ø  “desposito”(pengaturan ide)
Ø  “eloquito”(gaya bahasa)
Ø  “memoria”(ingatan)
Ø  “pronunciatio”(cara penyampaian pesan)
     Kelima unser ini, menurut Quintinia dan Cicero merupakan penentu keberhasilan upaya persuasi yang dilakukan seseorang. pengertian retorika sekarang ini merujuk pada “ kemampuan manusia menggunakan lambang-lambang untuk berkomunikasi satu sama lainya.

2.      Periode pertumbuhan.
     Pertumbuhan ilmu komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu sosial barangkali dapat dikatakan dimulai pada awal abad ke 19. sedikitnya pada  tiga perkembangan penting yang terjadi pada saat ini. Pertama adalah penemuan-penemuan teknologi komunikasi sepreti, telepon, telegraf, radio, TV, dll. Kedua peroses industerialisasidan modernisasi yang terjadi di negara-negara Eropa Barat dan Amerika. Ketiga, pecahnya perang Dunia I dan II. Semua perubahan ini memberi bentuk dan arahan kepada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini.

3.      Periode konsolidasi.
    Periode setelah perang Dunia II sampai tahun 1960-an disebut sebagai periode konsolidasi. Karena pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup brbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi di tandai oleh tiga hal. Pertama, adanya adopsi pembendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Kedua, munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan proses komunikasi. Ketiga, adanya konsep-konsep baku tentang dasar-dasar peroses komunikasi. Istilah  “mass communication” (komunikasi massa) dan “communication researeh” (penelitian komunikasi) mulai banyak digunakan.
Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran: komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok dan
organisasi, dan komunikasi Makro sosial serta komunikasi massa. Lebih lanjut, sejalan dengan kegiatan penbangunan yang terjadi di seluruh negara, terasuk negara-negara berkembang, studi-studi khusus tentang peranan dan kontribusi komunikasi dalam peroses perubahan sosial, difusi inovasi, juga mulai banyak dilakukan. 

4.      Periode teknologi komunikasi.
    Sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Secara institusional kepesatan perkembangan ilmu komunikasi pada masa sekarang ini antara lain tercermin dalam beberapa indikator sebagai berikut:
§  Jumblah universitas yang menyelenggarakan program pendidikan komunikasi semakin banyak dan tidak hanya terbatas di negara-negara maju seperti AS , tetapi di negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
§  Asosiasi-asosiasi profesional di bidang ilmu komunikasi juga semakin banyak tidak hanya dalam jumlahya tetapi juga cakupan keanggotanya yang regional dan internasional dan,
§  Semakin banyaknya pusat-pusat penelitian dan pengembangan komunikasi.


3.      Pekembangan Ilmu Komunikasi Di Indonesia.
     Perkembangan ilmu komunikasi yang berkembang begitu pesat di Amerika Serikat, telah memberi pengaruh yang besar tehadap pendidikan komunikasi di berbagai negara,  termasuk di Indonesia. Disamping itu, pengaruh dari Eropa khususnya Jerman, juga tidak bisa diabaikan. Ini terbukti dari penggunaan istilah yang dulu banyak menggunakan kata Publisistik di beberapa perguruan tinggi indonesia, kemudian diganti namanya menjadi ilmu komunikasi.


      Ilmu komunikasi bila dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainya di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik, sebenarnya merupakan jurusan yang “tertua”. Sebutan jurusan ilmu komunikasi baru dikenal sekitar tahun 1970-an. Sementara sebelumnya populer dengan sebutan jurusan publisistik atau jurnalistik. Menurut laporan “perkembangan ilmu komunikasi di indonesia” yang di buat oleh tim ISTKI Semarang, ilmu komunikasi telah diajarkan pada akademik ilmu politik diyogyakarta pada tahun 1949. Tahun 1950, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, diman penerangan menjadi salah satu jurusan yang ada di dalamnya. perguruan   tinggi berikutnya yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi adalah Perguruan Tinggi Jurnalistik di Jakarta yang didirikan  pada tanggal 5 september 1953. Kini perguruan tinggi ini namanya telah berubah menjadi  Instutut Imu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi.
    Di Universitas Indonesia, pendidikan komunikasi telah dimulai sejak tahun 1959 dengan di bukanya jurusan publisistik pada Fakultas Hukum dan Ilmu Penagetahuan Kemasyarakatan. Dibukanya jurusan publisistik ini sekaligus merupakan awal dan munculnya Fakultas baru di Universitas Indonesia, yakni Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (IPK). Empat tahun kemudian sebutan fakultas IPK di ganti menjadi  Fakutas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS-UI), dan sejak tahun 1983 nama FIS-UI ini di ubah lagi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) . sejalan dengan perubahan   nama  Fakultas, sebutan jurusan publisistik pun ikut berganti menjadi Departemen Komunikasi Massa (1972), dan kemudian menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP-UI  pada tahun 1983.
     Beberapa Universitas negeri seperti UI, UGM, UNPAD, UMS, UNDIP, dan yang UNHAS telah mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi komunikasi sampai jenjang S-2 (program megister) dan ada beberapa Universitas menyediakan untuk pendidikan jenjang S-3 (program doktoral). Sementara di Universitas swasta juga sudah tertebaran untuk menyediakan pendidiakan ilmu komunikasi ini dengan jenjang S-1 dan S-2. Akhir-akhir ini perguruan tinggi penyelenggara ilmu komunikasi di Indonesia memiliki  (ASPIKOM).


      Perkmbangan ilmu komunikasi di indonesia sebenarnya mengikuti perkebangan trend dan minat mahasiswa yang cenderun makin meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, dan ceramah-ceramah tentang komunikasi makin banyak di minati masyarakat. Bahkan pendidikan yang tidak mengkhususkan ilmu komunikasi pun makin merasakan kebutuhan akan ilmu komunikasi untuk di ajarkan dan di berikan, baik sebagai kuliah pengantar maupun sebagai pelengkap untuk output sebagi tenaga-tenaga yang profesional. Selain di sektor pendidikan, seminar dan kajian riset, ilmu komunikasi juga di tunjukan untuk kepentingan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan. Semua ini sebagai tanda makin banyaknya orang yang ingin mempelajari ilmu komunikasi.