Pages

Senin, 02 Mei 2016



   Sejarah Dan Perkembangan Ilmu  Komunikasi




 

 Pengertian ilmu komunikasi.
     Dalam pekembanganya, ilmu komunikasi atau communication science, dalam bahasa inggris atau kadang-kadanga dinamakan commicology, sering di defenisiakan sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosial sebagai akibat proses komunikasi massa, kelompok dan personal. Ilmu komunikasi pada dasarnya mempunyai karakteristik yang sama dengan ilmu lainya secara umum. Hanya saja objek pirhatiannya difokuskan pada peristiwa-peristiwa komunikasi antarmanusia. Salah satu defenisi yang cukup jelas mengenai ilmu komuikasi di berikan oleh Berger dan Chaffe dalam buku mereka handbookof communication science terbit tahun 1987. Menurut mereka, ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan tehadap suatau produksi, proses, dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui teori yang dapat di uji dan digeralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang terkait denagn produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang tersebut(dalam sendjaja, 2005:9).
     Pengertian ilmu komunikasi tersebut memberikan tiga pokok pikiran. Pertama, objek pengamatan yang menjadi fokus perhatian dalam ilmu komunikasi adalah produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang dalam konteks kehidupan manusia.
      Kedua, ilmu komunikasi bersifat “ilmiah empiris”(scientific)dalam arti pokok-pokok pikiran dalam ilmu komunikasi (dalam bentuk teori-teori) harus berlaku umum. Meskipun demikian, pokok pikiran ini bagi beberapa kalangan khususnya para ilmuan komunikasi objektifikasi atau ilmuan kritis tidak diterima. Ketiga, ilmuan komunikasi betujuan menjelaskan dan memahami fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.

    Defenisi yang di kemukakan oleh Berger dan Chaffe cukup memadai untuk menjelaskan berbagai konteks komunikasi. Bahkan termasuk menerangkan produksi, pemrosesan, efek atau sistem sibol didalam komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organosasi, komunikasi politik, komunikasi pememasaran, dan lain-lain.
     Namun demikian, upaya ilmu komunikasi untuk membangun disiplin ilmu yang mapan menemukan dua dimensi persoalan. Pertama, di tengah kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, ilmu komunikasi diidentifikasi sebagai wujud perkembangan perangkat yang bersifat material seperti kemajuan teknologi komunikasi, akibatnya ilmu komunikasi hannya ditangkap sebagai proses yang  bersifat teknik semata.
     Berkaitan dengan defenisi ilmu komunikasi, Stephan W. Littlejohn menjelaskan bahwa, dalam pengertian sebagai salah satu ilmu pengetahuan sosial, ilmu komunikasi adalah berkenaan dengan pemahaman tentang bagai mana orang berperilaku dalam menciptakan, mempertukarkan serta mengimperestasikan pesan-pesan (dalam Sendjaja, 2005:9). Sehingga dari sini dapat dijelaskan bahwa khazanah keilmuan komunikasi dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial, dimana ilmu sosial adalah induk dari ilmu komunikasi disamping itu, ilmu komunikasi juga di pengaruhi oleh ilmuan komunikasi dan stakeholder (sekelompok yang berkepentingan) baik yang ada dilingkungan akademik maupun yang ada di luar lingkungan akademik (user). Oleh karena itu ilmu komunikasi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bercirikan “multi perspektif” dan multi paradigma.


2.      Sejarah komunikasi manusia dan sejarah perkembangan ilmu komunikasi.

a.      Sejarah komunikasi manusia.
    Kemampuan komunikasi sebenernya tidak hanya di miliki manusia. Kita tahu, misalnya nyayi,dan kicauan yang kompleks dari hiu, lumba-lumba, monyet, burung dan insekta.

Itu semua sebagai bukti bahwa mereka menyapaikan informasi melintasi jarak yang jauh kepada anggota spesies mereka dengan efesien. Bahkan bukan disangsikan bentuk awal atau primordial komunikasi manusia diilhami oleh spesies lain. Oleh karena itu kemunculan manusia dan cara komunikasinya tidak dapat dipisahkan dari lingkungan fisiknya.
      Sejarah komunikasi manusia sebenarnya sama dengan sejarah peradaban manusia. Tidak jelas kapaan pertama kali kemunculan atau keberadaan manusia di dunia ini. Namun demikian, kisah pertama kali kemunculan manusia di dunia ini telah dimulai sejak tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Keberadaan merekan didunia tentu dimulai dari turunya mereka ke bumi. Hingga kini tidak ada dokumenasi yang menjelaskan bagai mana bentuk dan corak kounikasi yang terjadi pada saat itu atau beberapa generasi setelah Adam dan Hawa, baik dalam bentuk bahasa atau pun lambang-lambang dan tanda-tanda komunikasi lainya yang digunakan.
      Pastinya keberdaan komunikasi manusia sudah dimulai sejak manusia ada, namun demikian sejarah selalu dimulai dari adanya bukti-bukti yang nyata dan tertulisa. Meskipun begitu Everet Rogers (1986) menjebutkan bahwa sejarah komunikasi di perkirakan dimulai sejak sekitar 35.000 tahun sebelum masehi (SM), zaman itu di sebut sebagai zaman Cro-Magnon, di perkirakan bahasa sebagai alat berkomunikasi sudah dikenal. Pada zaman itu manusia sudah menggunakan bahasa dan simbol-simbol untuk berkomunikasi meskipun masih sederhan sifatnya. Tidak serumit seperti sekarang. Tiga belas ribu kemudian atau sekitar 22.000 SM, para ahli pra sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua yang diperkirakan merupakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut (dalam sendjaja, 2001:15). Umunyan manusia pada awal-awal keberadaanya lebih banyak menggunakan bahasa yang yang bersifat nonverbal dengan simbol-simbol yang dilengkapi bahasa lisan yang pengucapanya masiah sederhana tidak ada tulisan yang ditemukan, tapi masih lukisan-lukisan sederhana merujuk pada objek bersangkutan.


     Sejarah perkembangan komunikasi lebih jelas diperkirakan dapat ditelusuri sejak 4.000 tahun sebelum masehi. Sejak zaman itu hingga sekarang, sejarah perkembangan komunikasi dapat di bagi empat era perubahan, yaitu: Era komunikasi tulisan, Era komunikasi cetak, Era telekomunikasi dan Era komunikasi interaktif (dalam sendjaja, 2001:16).
     Era komunikasi tulisan diperkirakan dimulai ketika bangsa sumeria muli mengenal kemmpuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4.000 SM. Era komunikasi cetak dimulai  sejak penemuaan mesin cetak “hand-press” oleh guntenberg pada tahun 1459. Era telekomunikasi diawali dengan ditemukanyan telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1844. Era keempat, era komunikasi interaktif, mulai terjadi pada pertengahan abad ke-19. Pada saat itu, tepat tahun 1946, ditemukannya “mainfrem computer” ANIAC denagn cacum tubes  oleh para ahli dri Universitas pennsylvania Amerika Serikat.
    Sementara kita tidak tahu, atau tidak akan tahu, tepatnya kapan manusia menciptakan sistem-sistem seragam untuk berkomunikasi, maka perkembangan alat-alat atau teknologi komunikasi manual biasanya dipandnag sebagai pencapaian-pencapaina utama yang membedakan homo sapiens (makluk yang paling modren) dari pada hominid leluhurnya di atas 100.000 tahun yang lalu begitu banyak sehingga kita tidak tahu untuk apa ia ditemukan.

b.      Sejarah Perkembangan Ilmu komunikasi.
      Sebagi mana telah di jelaskan, bahwa komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Istillah komunikasi merupakan fenomena sosial, kemudian menjadi ilmu yang secara akademik derdisiplin mandiri. Dewasa ini, ilmu ini di angap penting sehiubungan denga dampak sosial yang menjadi kendala permasalahan umat manusia akibat perkembangan teknologi.  Di sisi lain, tuntuna perkembangan idustri akan informasi sangat berkembang cepat, sehingga menuntun akan adanya manusia-manusia yang memiliki wawasan dan kemampuan dalam bidang ini.


    Berkaitan dengan ini, Effendy (2000:20-14) membagi perkembangan ilmu komunikasi ketiga perkembangan yaitu:Retorika, publisistik wissenchaft, dan communication science.perkembangan ilmu komunikasi yang pertama dimulai dengan perkembangannya retorika. Retorika merupakan salah satu ilmu yang sudah berkembang sejak zaman yunani kuno, meskipun belum di nilai sebagi ilmu, retorika sudah mengkaji fenomena atau gejala komunikasi antarmanusia secara lisan dan tatap  muka baik bentuk dialog maupun didepan khalayak ramai. Retorika berkembang di pelopori oleh beberapa ahli ilmu dan filsafat yunani seperti Georgian (480-370), Protagoras (500-432), dan Socrates (469-399). Puncak perkembangan retorika se bagai ilmu di tandai dengan munculnya Demosthenes (384-322) dan Aristoteles. Hingga kini teori-teorinya masih di jadikan bahan kuliah di sebagian besar perguruan tinggi yang mempelajari ilmu komunikasi khususnya komunikasi public (public speaking).
     Perkembangan ilmu komunikasi berikutnya di kenal dengan istilah publisistik wissenchaft. Istilah ini muncul dari hasil telaah para ahli tehadap perkembangan dan pengaruh surat kabar sekitar abad 19. Ilmu ini berkembang di beberpa negara seperti di inggris “science of the press” di prancis “sciance de la press” di belanda “dagbladwtenschap” dan di jerman “zeitungswissenschaft” yang semua berati ilmu persuratkabaran”. Kemudian perkembangan ilmu bergeser dan berkembang luas setelah Johanes Gutenberg (1400-1468) seorang berkebangsaan jerman menemukan mesian cetak, yang mampu melipatgandakan tulisan tercetak. Baru  pada tahun 1609 surat kabar pertama dalam sejarah muncul di jerman dengan nama “Avisa Relation Order Zeitung” di susun oleh weekly News” di inggris tahun 1622. Berikut ini adlah uraian singkat mengenai kondisi dan perkembangan ilmu komunikasi untuk setiap priode:

1.      Priode tradisi retorika.
     Perkembangan ilmu komunikasi dapat di telusuri sejak peradaban yunani kuno beberapa ratus tahun sebelum Masehi sebutan “komunikasi” dalam konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng  belum dikenal saat itu. Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah “retorika”.


Pokok-pokok pikiran Aristoteles ini kemudian di kembangkan lagi oleh Cicero dan Quntilian, mereka menyusun aturan retorika yang meliputi lima unsur:
Ø  “inventio”(urutan argumentasi)
Ø  “desposito”(pengaturan ide)
Ø  “eloquito”(gaya bahasa)
Ø  “memoria”(ingatan)
Ø  “pronunciatio”(cara penyampaian pesan)
     Kelima unser ini, menurut Quintinia dan Cicero merupakan penentu keberhasilan upaya persuasi yang dilakukan seseorang. pengertian retorika sekarang ini merujuk pada “ kemampuan manusia menggunakan lambang-lambang untuk berkomunikasi satu sama lainya.

2.      Periode pertumbuhan.
     Pertumbuhan ilmu komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu sosial barangkali dapat dikatakan dimulai pada awal abad ke 19. sedikitnya pada  tiga perkembangan penting yang terjadi pada saat ini. Pertama adalah penemuan-penemuan teknologi komunikasi sepreti, telepon, telegraf, radio, TV, dll. Kedua peroses industerialisasidan modernisasi yang terjadi di negara-negara Eropa Barat dan Amerika. Ketiga, pecahnya perang Dunia I dan II. Semua perubahan ini memberi bentuk dan arahan kepada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini.

3.      Periode konsolidasi.
    Periode setelah perang Dunia II sampai tahun 1960-an disebut sebagai periode konsolidasi. Karena pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup brbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi di tandai oleh tiga hal. Pertama, adanya adopsi pembendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Kedua, munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan proses komunikasi. Ketiga, adanya konsep-konsep baku tentang dasar-dasar peroses komunikasi. Istilah  “mass communication” (komunikasi massa) dan “communication researeh” (penelitian komunikasi) mulai banyak digunakan.
Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran: komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok dan
organisasi, dan komunikasi Makro sosial serta komunikasi massa. Lebih lanjut, sejalan dengan kegiatan penbangunan yang terjadi di seluruh negara, terasuk negara-negara berkembang, studi-studi khusus tentang peranan dan kontribusi komunikasi dalam peroses perubahan sosial, difusi inovasi, juga mulai banyak dilakukan. 

4.      Periode teknologi komunikasi.
    Sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Secara institusional kepesatan perkembangan ilmu komunikasi pada masa sekarang ini antara lain tercermin dalam beberapa indikator sebagai berikut:
§  Jumblah universitas yang menyelenggarakan program pendidikan komunikasi semakin banyak dan tidak hanya terbatas di negara-negara maju seperti AS , tetapi di negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
§  Asosiasi-asosiasi profesional di bidang ilmu komunikasi juga semakin banyak tidak hanya dalam jumlahya tetapi juga cakupan keanggotanya yang regional dan internasional dan,
§  Semakin banyaknya pusat-pusat penelitian dan pengembangan komunikasi.


3.      Pekembangan Ilmu Komunikasi Di Indonesia.
     Perkembangan ilmu komunikasi yang berkembang begitu pesat di Amerika Serikat, telah memberi pengaruh yang besar tehadap pendidikan komunikasi di berbagai negara,  termasuk di Indonesia. Disamping itu, pengaruh dari Eropa khususnya Jerman, juga tidak bisa diabaikan. Ini terbukti dari penggunaan istilah yang dulu banyak menggunakan kata Publisistik di beberapa perguruan tinggi indonesia, kemudian diganti namanya menjadi ilmu komunikasi.


      Ilmu komunikasi bila dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainya di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik, sebenarnya merupakan jurusan yang “tertua”. Sebutan jurusan ilmu komunikasi baru dikenal sekitar tahun 1970-an. Sementara sebelumnya populer dengan sebutan jurusan publisistik atau jurnalistik. Menurut laporan “perkembangan ilmu komunikasi di indonesia” yang di buat oleh tim ISTKI Semarang, ilmu komunikasi telah diajarkan pada akademik ilmu politik diyogyakarta pada tahun 1949. Tahun 1950, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, diman penerangan menjadi salah satu jurusan yang ada di dalamnya. perguruan   tinggi berikutnya yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi adalah Perguruan Tinggi Jurnalistik di Jakarta yang didirikan  pada tanggal 5 september 1953. Kini perguruan tinggi ini namanya telah berubah menjadi  Instutut Imu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi.
    Di Universitas Indonesia, pendidikan komunikasi telah dimulai sejak tahun 1959 dengan di bukanya jurusan publisistik pada Fakultas Hukum dan Ilmu Penagetahuan Kemasyarakatan. Dibukanya jurusan publisistik ini sekaligus merupakan awal dan munculnya Fakultas baru di Universitas Indonesia, yakni Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (IPK). Empat tahun kemudian sebutan fakultas IPK di ganti menjadi  Fakutas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS-UI), dan sejak tahun 1983 nama FIS-UI ini di ubah lagi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) . sejalan dengan perubahan   nama  Fakultas, sebutan jurusan publisistik pun ikut berganti menjadi Departemen Komunikasi Massa (1972), dan kemudian menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP-UI  pada tahun 1983.
     Beberapa Universitas negeri seperti UI, UGM, UNPAD, UMS, UNDIP, dan yang UNHAS telah mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi komunikasi sampai jenjang S-2 (program megister) dan ada beberapa Universitas menyediakan untuk pendidikan jenjang S-3 (program doktoral). Sementara di Universitas swasta juga sudah tertebaran untuk menyediakan pendidiakan ilmu komunikasi ini dengan jenjang S-1 dan S-2. Akhir-akhir ini perguruan tinggi penyelenggara ilmu komunikasi di Indonesia memiliki  (ASPIKOM).


      Perkmbangan ilmu komunikasi di indonesia sebenarnya mengikuti perkebangan trend dan minat mahasiswa yang cenderun makin meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, dan ceramah-ceramah tentang komunikasi makin banyak di minati masyarakat. Bahkan pendidikan yang tidak mengkhususkan ilmu komunikasi pun makin merasakan kebutuhan akan ilmu komunikasi untuk di ajarkan dan di berikan, baik sebagai kuliah pengantar maupun sebagai pelengkap untuk output sebagi tenaga-tenaga yang profesional. Selain di sektor pendidikan, seminar dan kajian riset, ilmu komunikasi juga di tunjukan untuk kepentingan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan. Semua ini sebagai tanda makin banyaknya orang yang ingin mempelajari ilmu komunikasi.

Minggu, 27 Maret 2016

Manfaat Teknologi Dalam Kehidupan

Sadarkah kitabahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari peran teknologi?
Teknologi merupakan kebutuhan mutlak dan kita tidak bisa lepas darinya. Ia memiliki peran yang sangat besar dalam sebagian besar aspek kehidupan kita. Dengan kata lain, itu menjawab sebagian besar masalah Manusia. Pentingnya teknologi bertujuan untuk kenyamanan penggunaan di mana selalu mengarahkan untuk kemudahan dalam hidup.
 

istilah “Teknologi” berasal dari kata Yunani, yaitu “techne” yang berarti “kerajinan” dan “logia” berarti “studi tentang sesuatu”. Teknologi adalah konsep yang sangat luas dan digunakan untuk merujuk kepada beberapa cabang ilmu pengetahuan dan penelitian. Beberapa contoh adalah teknologi informasi, teknologi medis, bioteknologi, dll. Sebagai cabang teknologi jangka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan penelitian, begitu juga manfaatnya. Mari kita lihat manfaat teknologi di beberapa bidang utama kehidupan sehari-hari:

Manfaat Teknologi dalam Bisnis:
Teknologi saat ini merupakan bagian integral dari bisnis apapun langsung dari pembelian komputer dan perangkat lunak untuk pelaksanaan jaringan dan alat keamanan. Hal ini membantu perusahaan untuk:
  • Tetap up-to-date
  • Bisnis perjalanan lebih maju
  • Mempertahankan dan bertahan kompetisi
Singkatnya, teknologi telah menjadi salah satu faktor penting yang memaksimalkan kinerja dalam organisasi bisnis.

Manfaat Teknologi Komunikasi:
Dari komputer, tablet, sampai ponsel layar sentuh, kemajuan teknologi di bidang komunikasi tidak terbatas. Sarana dan mode komunikasi yang tak terbatas. Beberapa manfaat dari kemajuan teknologi di bidang komunikasi adalah:
  • Kecepatan: waktu tidak lagi menjadi kendala dalam komunikasi
  • Kejelasan: Dengan gambar megapiksel dan video, serta kejelasan audio dalam komunikasi telah menjadi pengalaman yang tidak pernah ada sebelumnya
  • Kedekatan: kemajuan teknologi telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil untuk di tinggali
  • Penyebaran: penyebaran informasi, penyiaran berita, atau berbagi pengetahuan, teknologi telah membuatnya menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih singkat.
Manfaat Teknologi dalam Pendidikan:
Kemajuan teknologi di bidang pendidikan yang cepat berkembang. Saat ini, e-learning adalah istilah yang akrab dan populer. Beberapa manfaat teknologi dalam bidang ini
  • Pengalaman belajar Personal: Peserta didik mampu mengendalikan dan mengelola pembelajaran mereka sendiri. Mereka menetapkan tujuan mereka sendiri, mengelola proses dan isi pembelajaran, dan berkomunikasi dengan rekan-rekan.
  • Tanggapan langsung: Kebanyakan program e-learning memberikan masukan langsung pada penilaian peserta didik. Demikian pula ada fitur seperti chat, forum diskusi, e-library, dll yang memungkinkan klarifikasi pada kecepatan yang lebih cepat daripada di kelas tradisional.
  • Self-tanggung: Peserta didik dapat memetakan program dengan langkah mereka sendiri. Hal ini memastikan tingkat motivasi yang lebih tinggi baik dari segi menyelesaikan tugas serta kinerja.
  • Akses yang lebih besar: kemajuan teknologi telah membuka pendidikan untuk peserta didik dengan ketidakmampuan belajar dan di lokasi terpencil.
Manfaat Teknologi di Kesehatan:
Penggabungan antara obat-obatan dan teknologi telah mengubah wajah kesehatan dan merevolusi profesi medis. Beberapa manfaat utama adalah:
  • Ramah lingkungan: Teknologi memungkinkan dokter dan pasien untuk berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan nyaman untuk membahas isu-isu sensitif.
  • Fleksibilitas: Dokter dapat menjawab pertanyaan rutin dan kurang kritis pada waktu yang tepat.
  • Biaya- dan menghemat waktu: Dokter bisa ikut memberikan saran, dengan cara berkomunikasi lewat internet dengan pasiennya. Cara ini menghemat biaya dan waktu dengan mengurangi kunjungan ke klinik.
  • Perangkat medis: alat bantu medis memungkinkan pasien untuk melanjutkan pemulihan di rumah sehingga mengurangi mereka untuk tinggal di rumah sakit.
  • Rentan Populasi: Teknologi membantu pasien muda, orang tua, dan cacat lahir yang kompleks, penyakit kronis, dan anak-anak cacat, dengan mengurangi masalah mereka sehingga mereka dapat terus hidup di rumah mereka.
Manfaat Teknologi di Masyarakat:
Teknologi saat meliputi hampir semua aspek kehidupan kita sehari-hari dari belanja, perbankan, membuat pengaturan perjalanan sampai penerimaan pada universitas. Beberapa manfaat adalah:
  • Kenyamanan: Menyediakan banyak kemudahan dalam memperlancar transaksi pribadi dan bisnis baik itu belanja, perbankan, atau hanya membayar tagihan.
  • Kecepatan: Dari mengirim hadiah sampai melakukan pembayaran semuanya akan dilakukan dengan beberapa klik.
  • Komunikasi: Dunia adalah tempat yang lebih kecil dan teknologi memungkinkan semua orang untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka dengan biaya yang lebih terjangkau.
  • Akurasi: Teknologi telah mengurangi kesalahan dalam tugas-tugas duniawi yang monoton, menghemat waktu dan biaya.
  • Pembangunan: Teknologi telah membawa pembangunan di berbagai bidang seperti kedokteran, pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan lain-lain
Teknologi telah berkembang dan mengubah kehidupan kita dan masyarakat. Secara keseluruhan, teknologi telah membawa pertumbuhan yang luar biasa dan bermanfaat bagi umat manusia


sumber : http://budisma.net/2014/12/manfaat-teknologi-dalam-kehidupan-manusia.html
              http://erdietech.blogspot.co.id/2013/09/pentingnya-teknologi-dalam-kehidupan.html

Kamis, 10 Desember 2015

 
HUBUNGAN ILMU SOSIAL DASAR DENGAN SISTEM INFORMASI
 
 
 
Nama : Aji Farkha Raynaldi
Kls : 1KA25
NPM : 10115406
 
 
 
Sebelum kita bahas hubungan antara keduanya kita kenali lebih dulu definisinya , ISD adalah ilmu yang mengajarkan kita tentang bagaimana cara pendekatan diri dengan lingkungan setempat atau masyarakat . Sedangkan Sistem Informasi adalah Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya.


Keterkaitan Sistem Informasi dengan Ilmu Sosial Dasar 
  Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada manusia juga dituntut untuk mengikuti perkambangan teknologi tersebut , misalnya pada bidang pendidikan para siswa / mahasiswa sudah dituntut agar menguasai bidang komputer agar nantinya ilmu tersebut dapat diterapkan saat sudah memasuki dunia kerja dan juga kedalam lingkungan masyarakat . Dengan adanya teknologi saat ini kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain tanpa ada batasan jarak dan waktu , akses informasi lebih mudah didapat dan pekerjaan pun lebih mudah diselesaikan


Dampak - dampak yang ditimbulkan 
 
Dampak positif :
 
  • Informasi menjadi lebih mudah untuk diakses 
      Dengan adanya search engine seperti google , yahoo dll informasi dari belahan dunia lain pun dapat dengan mudah kita peroleh
 
  • Meningkatkan kualitas pendidikan
      Misalnya dengan adanya perpustakaan online yang dapat diakses kapanpun kita bisa belajar dimanapun dan kapanpun tanpa harus membawa - bawa buku

  •  Kehidupan sosial dalam masyarakat
       Misalnya dengan adanya media sosial dan banyaknya aplikasi - aplikasi chatting yang sudah ada kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan oranglain yang bahkan berada diluar negri dengan sangat mudah 


Dampak negatif :
 
  •  Pelanggaran hak cipta  
       Seperti yang kita ketahui banyak sekali karya - karya seperti musik dan film yang dibajak sehingga tersebar diinternet dan bisa didapatkan secara gratis yang tentu saja merugikan si pencipta
  • Pornografi
      Dengan mudahnya akses internet siapapun dapat mengakses internet, dan tidak semua konten diinternet bersifat aman sehingga anak dibawah umurpun dapat mengaksesnya dengan mudah
  • Sikap indivudalisme
      Dengan adanya tekonologi terkadang orang menjadi lebih fokus terhadap gadget miliknya sehingga ia tidak memperdulikan keadaan sekitar sehingga nilai - nilai gotong royong di masyarakat semakin berkurang terutama didaerah perkotaan 
referensi :

Selasa, 27 Oktober 2015

TUGAS SOFT SKILL : ILMU SOSIAL DASAR

TUGAS SOFT SKILL : ILMU SOSIAL DASAR



NAMA : AJI FARKHA RAYNALDI
NPM : 10115406
KELAS : 1KA25


Pengertian

Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang masalah - masalah yang terjadi dalam kehidupan sosial , dan diwujudkan berdasarkan pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ruang lingkup ilmu sosial seperti sejarah , ekonomi dan sosiologi.


 Tujuan 

Sesuai dengan pengertian diatas ISD juga memiliki beberapa tujuan yang menyangkut bagaimana seseorang dapat lebih peka terhadap gejala - gejala sosial disekitarnya . Beberapa tujuannya adalah sebagai berikut 

a. Seseorang  dapat lebih memahami dan menyadari masalah - masalah sosial yang terjadi disekitarnya

b. Dapat lebih peka terhadap masalah - masalah sosial yang terjadi dan turut serta berpartisipasi dalam penyelesaiannya

c. Dapat menyadari setiap masalah sosial yang terjadi itu bersifat kompleks dan hanya dapat dipelajari secara kritis-interdispliner

d. Dapat memahami pemikiran para ahli dan berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penyelesaian masalah sosial yang timbul di masyarakat 
 
 ISD Dan IPS

ISD Dan IPS bisa dibilang ilmu yang mirip karena sama - sama mempelajari hal - hal yang berkaitan dengan sosial . walaupun memiliki beberapa persamaan tapi kedua ilmu ini juga memiliki perbedaan . Berikut ini adalah persamaan dan perbedaan ISD dengan IPS

Persamaan : 

- keduanya merupakan ilmu yang berguna dalam pendidikan
- keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri 
- Materi keduanya bersumber dari kenyataan dan masalah - masalah sosial

Perbedaan :

- Pada tingkat akademiknya jika ISD diberikan pada jenjang perguruan tinggi sedangkan IPS diberikan pada tingkat sekolah dasar dan lanjutan
 - ISD merupakan satu mata kuliah tunggal sedangkan IPS merupakan kumulpulan dari beberapa mata pelajaran
- ISD lebih diarahkan ke pembentukan sikap dan kepribadian sedangkan IPS lebih ke arah pengetahuan dan keterampilan intelektual


Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup dalam ISD terbagi menjadi 3 yaitu :

- Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat. Meliputi, latar belakang disiplin ilmu atau pandangannya.
- Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
- Membahas masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat



Fenomena Sosial Di Masyarakat

Setelah membahas Tentang ISD , sekarang kita akan melihat beberapa contoh fenomena sosial yang terjadi disekitar kita


Kemiskinan


Hasil gambar untuk kemiskinan 

Menurut Badan Pusat Statistik dan Departemen Sosial, kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan, pakaian, dan perumahan. Kemiskinan merupakan penyebab utama permasalahan sosial di lingkungan masyarakat kita.



Kejahatan

Hasil gambar untuk kejahatan 

Kejahatan adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku yang merugikan orang lain. Krisis ekonomi merupakan salah satu penyebab kejahatan.


Kepadatan Penduduk

Hasil gambar untuk kepadatan penduduk  

Negara kita merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Saat ini penduduk di Indonesia mencapai kurang lebih 200 juta jiwa. Masalah yang berkaitan dengan jumlah penduduk di Indonesia sangatlah penting. Jumlah penduduk terus bertambah, maka masalah sosial yang muncul juga akan bertambah. Seperti kemiskinan, kesehatan dan sebagainya. 

  

Demikian pembahasan mengenai Ilmu Sosial Dasar semoga bermanfaat bagi kita semua


Sumber